Tampilkan postingan dengan label Artikel - KDL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel - KDL. Tampilkan semua postingan

Kedelai, Bahan Pangan Penyayang Tulang

JOGYAKARTA – Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan jumlah lansia di Indonesia, diperkirakan prevalensi terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang meningkat. Kehilangan massa tulang kebanyakan dialami oleh wanita berusia 40 tahun ke atas, yaitu setelah mengalami menopause, pada waktu itu produksi hormon estrogennya rendah. Akibatnya, kini banyak ditawarkan terapi sulih hormon estrogen.

Cara ini berhasil menurunkan kecepatan kehilangan massa tulang, tapi memiliki efek samping yang menakutkan yaitu dapat memicu munculnya kanker payudara dan endometrium (rahim). Belakangan ini muncul raloxifene. Yakni senyawa yang disebut modulator reseptor estrogen selektif (MRES). MRES adalah senyawa non-steroid yang mampu mengikat dan berinteraksi dengan reseptor estrogen. Hasilnya, senyawa tersebut mampu meningkatkan masa tulang atau mencegah kehilangan masa tulang.

Salah satu senyawa yang menyerupai estrogen (estrogen-like) yang terdapat di dalam tanaman adalah isoflavon. Senyawa ini memiliki potensi sebagai MRES dan memberikan efek yang positif terhadap tulang, seperti halnya raloxifene. Asalnya dari tanaman maka disebut fito-estrogen. Tak heran jika banyak peneliti menyarankan untuk mengkonsumsi MRES alami, seperti isoflavon karena tanpa memberikan efek samping yang merugikan.

Kedelai

Isoflavon tergolong kelompok flavonoid, senyawa polifenolik yang banyak ditemukan dalam buah–buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Yang termasuk isoflavon di antaranya adalah genistin, daidzin, genistein, dan daidzein. Dilaporkan oleh Mazur (1998), dari beberapa bahan pangan yang telah dianalisis, diketahui kedelai menempati urutan pertama, mengandung daidzein 10,5 - 85 dan genistein 26,8 - 120,5 mg/100 g berat kering. Sedangkan urutan kedua biji semanggi (clover), hanya mengandung daidzein 0,178 dan genistein 0,323 mg/100 g berat kering.

Oleh karenanya, sampai sekarang kedelai menjadi pilihan utama sebagai sumber isoflavon. Kedelai sebagai sumber pangan dapat dikonsumsi melalui berbagai produk olahannya seperti bubuk kedelai, isolat dan konsentrat protein kedelai, soybean paste, tahu, tempe dan tauco. Belakangan ini telah banyak penelitian yang mencoba mengetahui efek osteoprotektif dari protein kedelai dan isoflavonnya. Studi dengan menggunakan tikus yang diovariektomi (diambil ovarium/indung telurnya, sebagai model pascamenopause) oleh beberapa peneliti telah terbukti, diet dengan kaya isoflavon kedelai dapat mempertahankan baik tulang tengkorak maupun vertebra sehingga mampu bersifat osteoprotektif.

Bahram H. Arjmandi dan koleganya dari Departement of Nutritional Sciences, Oklahoma State University telah melaporkan bahwa konsumsi 40 g protein kedelai setiap hari selama tiga bulan pada wanita pascamenopause (tanpa TSH), secara nyata menurunkan ekskresi deoksipiridinolin (Dpd) urin. Dpd merupakan marker (penanda) spesifik untuk resorpsi sel-sel tulang. Dpd urin rendah berarti proses resorpsi sel-sel tulang berlangsung baik.

Demikian halnya, hasil pengamatan terhadap wanita-wanita pascamenopause di Jepang. Adanya asupan protein kedelai memberikan respons ekskresi Dpd yang rendah di dalam urin mereka.

Setidaknya terdapat dua alasan mengapa kedelai meningkatkan pembentukan tulang. Pertama, isoflavon kedelai menstimulasi aktivitas osteoblastik (pembentukan sel-sel tulang) melalui aktivitas reseptor-reseptor estrogen. Kedua, kedelai atau isoflavonnya meningkatkan produksi hormon pertumbuhan: insulin-like growth factor -1 (IGF-1).

Hasil pengamatan terhadap wanita–wanita pra-; peri-, dan pasca-menopause diketahui konsentrasi IGF-1 memiliki korelasi yang positif dengan pembentukan masa tulang. Hormon ini ikut beperan aktif dalam meningkatkan aktivitas osteoblastik.

Dosis

Berapakah dosis isoflavon yang diperlukan? Peneliti dari Department of Food Science and Human Nutrition, University of Illinois, Susan M Potter dan kawan-kawan telah meneliti hal tersebut dengan memberikan suplementasi protein kedelai yang mengandung isoflavon sebesar 56 mg dan 90 mg /hari selama 6 bulan kepada 66 wanita pascamenopause. Hasilnya, densitas mineral tulangnya pada kelompok 90 mg/hari meningkat, sedangkan pada kelompok 56 mg/ hari tidak.

Informasi ini memberikan petunjuk bahwa asupan isoflavon minimal setiap hari sangat diperlukan untuk mencapai efek positif menjaga kesehatan tulang.

Ho dan kawan-kawan dalam Journal of Bone Mineral Research, edisi Juli 2001, melaporkan asupan kedelai dapat mengoptimalkan pencapaian densitas masa tulang wanita-wanita Cina yang terbiasa mengkonsumsi produk kedelai. Mereka menunjukkan asupan kedelai dapat memelihara densitas mineral tulang kerangka (DMTK) wanita Cina yang berumur 30-40 tahun. Dalam studinya selama tiga tahun, wanita yang mengkonsumsi sebesar 15,2 mg isoflavon kedelai /hari kehilangan DMTKnya jauh lebih rendah dibanding yang mengkonsumsi sebesar 1,40 mg isoflavon kedelai/hari. Hasil penelitian di atas mengindikasi bahwa untuk pencapaian puncak densitas masa tulang diperlukan isoflavon kedelai sekitar 15 mg/hari, sedangkan untuk mempertahankan masa tulang diperlukan asupan isoflavon yang lebih tinggi yaitu sekitar 90 mg/hari.

Perbandingan

Sebagai perbandingan, di Jepang asupan isoflavon kedelai rerata mencapai 35-200 mg/hari, merupakan negara yang warganya paling tinggi mengkonsumsi kedelai. Hal ini tampaknya sangat berkaitan dengan rendahnya insiden osteoporosis wanita-wanita Jepang. Di Indonesia, asupan isoflavonnya kurang lebih hanya 40 mg/hari atau setara dengan13,3 g kedelai /hari. Konsumsi sebesar itu, boleh jadi telah membantu pencapaian puncak massa tulang. Tetapi, jauh dari mencukupi untuk menahan kehilangan massa tulang wanita-wanita berusia di atas 40 tahun (pascamenopause) dan para lansia.

Oleh karenanya, jika dimaksudkan untuk mencegah osteoporosis, kita perlu meningkatkan konsumsi produk-produk yang berbasis kedelai lebih dari dua kali lipat. Oleh karena itu, jadikanlah produk olahan kedelai sebagai menu penting bagi keluarga Anda. ”Tulang Anda masa depan Anda, maka sayangilah”.


(Wisnu Adi Yulianto) Penulis adalah Dosen Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta.
sumber : sinarharapan.co.id

Kedelai (Wikipedia Indonesia)

kedelai

Kerajaan : Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Subfamili : Faboideae
Genus : Glycine L.
Species :
-Glycine Max
-Glycine Soya

Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.

Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia.

Produk olahan dari kedelai
Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.

Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Olahan biji dapat dibuat menjadi :

  • tahu (tofu),
  • bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap, yang aslinya dibuat dari kedelai hitam),
  • tempe
  • susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa),
  • tepung kedelai,
  • minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel),
  • taosi
sumber : wikipedia

Nutrisi Kedelai

Nutrisi Kedelai, Nilai per 100 gram porsi makanan

  • Air, 67.5 g
  • Energi, 147 kcal
  • Energi, 615 kj
  • Protein, 12.95 g
  • Total Lemak, 6.8 g
  • Karbohidrat, 11.05 g
  • Serat, 4.2 g
  • Ampas, 1.7 g
Mineral
  • Kalsium, Ca, 197 mg
  • Besi, Fe, 3.55 mg
  • Magnesium, Mg, 65 mg
  • Phospor, P, 194 mg
  • Potassium, K, 620 mg
  • Sodium, Na, 15 mg
  • Seng, Zn, 0.99 mg
  • Tembaga, Cu, 0.128 mg
  • Mangan, Mn, 0.547 mg
  • Selenium, Se, 1.5 mcg
Vitamin
  • Vitamin C, asam ascorbic, 29 mg
  • Thiamin, 0.435 mg
  • Riboflavin, 0.175 mg
  • Niacin, 1.65 mg
  • Asam Pantothenic, 0.147 mg
  • Vitamin B-6, 0.065 mg
  • Folate, 165 mcg
  • Vitamin B-12, 0 mcg
  • Vitamin A, 180 IU
  • Vitamin A, RE, 18 mcg_RE
Lemak
  • Asam Lemak Jenuh,saturated, 0.786 g
    • 14:0, 0.006 g
    • 16:0, 0.57 g
    • 18:0, 0.21 g
  • Asam Lemak Tak Jenuh, monounsaturated, 1.284 g
    • 16:1, 0.011 g
    • 18:1, 1.262 g
    • 20:1, 0.011 g
  • Asam Lemak Tak Jenuh, polyunsaturated, 3.2 g
    • 18:2, 2.823 g
    • 18:3, 0.376 g
  • Kolesterol, 0 mg
  • Phytosterols, 50 mg
Asam Amino
  • Tryptophan, 0.157g
  • Threonine, 0.516 g
  • Isoleucine, 0.57 g
  • Leucine, 0.926 g
  • Lysine, 0.775 g
  • Methionine, 0.157 g
  • Cystine, 0.118 g
  • Phenylalanine, 0.586 g
  • Tyrosine, 0.464 g
  • Valine, 0.576 g
  • Arginine, 1.042 g
  • Histidine, 0.348 g
  • Alanine, 0.582 g
  • Asam Aspartic, 1.508 g
  • Asam Glutamic, 2.433 g
  • Glycine, 0.539 g
  • Proline, 0.607 g
  • Serine, 0.721 g

sumber : asiamaya.com

Manfaat Susu Kedelai

Susu kedelai memiliki kadar protein dan komposisi asam amino yang hampir sama dengan susu sapi. Keunggulan lain dari susu kedelai dibandingkan susu sapi adalah tidak mengandung kolesterol sama sekali. Namun, kandungan kolesterol pada susu sapi masih tergolong sangat rendah jika dibandingkan bahan pangan hewani lainnya.

Kandungan protein dalam susu kedelai dipengaruhi oleh varietas kedelai, jumlah air yang ditambahkan, jangka waktu dan kondisi penyimpanan, serta perlakuan panas. Semakin banyak jumlah air yang digunakan untuk mengencerkan susu, maka akan semakin sedikit kadar protein yang diperoleh. Kadar protein dalam susu kedelai yang dibuat dengan perbandingan kedelai dan air 1:8, 1:10, dan 1:15 berturut-turut adalah 3.6%, 3.2%, dan 2.4%.

Susu kedelai yang dibuat dengan kadar protein 3% mempunyai mutu gizi yang mendekati susu sapi. Pada anak balita, minum dua gelas susu kedelai sudah dapat memenuhi 30% dari total kebutuhan proteinnya setiap hari.

Karena kadar asam amino lisin yang tinggi, susu kedelai dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi protein pada nasi dan makanan serealia lainnya, yang umumnya rendah kadar lisinnya.

Mutu protein susu kedelai hampir sama dengan mutu protein susu sapi. Protein eficiency ratio (PER) susu kedelai adalah 2.3, sedangkan PER susu sapi adalah 2.5. PER 2.3 artinya setiap gram protein yang dimakan akan menghasilkan pertambahan berat badan sebesar 2.3 gram. Dengan demikian, semakin tinggi nilai PER mencerminkan semakin baik mutu protein tersebut.

Secara umum susu kedelai mengandung vitamin B1, B2 dan niasin dalam jumlah yang setara dengan susu sapi atau ASI, serta mengandung vitamin E dan K dalam jumlah yang cukup banyak.

Namun, susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya (terutama kalsium) lebih sedikit dibandingkan susu sapi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan fortifikasi (penambahan) vitamin dan mineral pada susu kedelai untuk mensejajarkan kualitasnya dengan susu sapi.

Dewasa ini, masalah menopause dapat ditunda dengan terapi hormon estrogen (estrogen replacement therapy), yang juga diharapkan dapat menghambat laju osteoporosis. Yang terutama dianjurkan melakukan terapi hormon estrogen adalah mereka yang berhenti menstruasi sebelum usia 40 tahun atau mereka yang menderita osteoporosis pada usia muda.

Namun, hormon estrogen ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, perubahan perasaan mendadak, merasa depresi dan ingin muntah. Dampak negatif lainnya yaitu kanker payudara dan kanker rahim. Karena terapi hormon estrogen bisa berdampak negatif, maka beberapa peneliti mulai mencari bahan pengganti estrogen yang aman untuk menghambat laju osteoporosis.

Salah satu bahan pangan yang kini menjadi pusat perhatian dalam hubungannya dengan osteoporosis adalah kedelai. Hal itu disebabkan pada kedelai terdapat senyawa alami mirip estrogen, yang disebut fitoestrogen. Fitoestrogen terbukti mampu menghambat osteoporosis.

sumber : lilis.web.id

Manfaat Plus Kedelai

Kedelai, seperti yang telah kita ketahui bersama adalah sumber protein nabati yang dijadikan bahan pengganti sumber protein hewani. Protein yang terkandung dalam kedelai adalah 35% - 43%, lebih tinggi dibanding beras, jagung, tapioka, kacang hijau dan telur ayam. Bagi orang dewasa yang umumnya membutuhkan sekitar 55 g protein hewani perhari, misalnya, hanya dengan mengkonsumsi sekitar 160 g kedelai, kebutuhan protein tersebut sudah terpenuhi.

Isoflavon dan Kanker
Tetapi selain proteinnya yang cukup baik ini, ternyata hasil penelitian selama 10 tahun terakhir juga membuktikan bahwa kedelai adalah bahan pangan unik karena mengandung isoflavon. Yaitu sejenis zat potensial untuk mencegah sejumlah penyakit kronis, seperti kanker payudar dan kanker prostat yang banyak diderita kaum laki-laki. Dalam sejumlah uji klinis terbukti bahwa orang kulit putih 10 – 15 kali lebih tinggi kemungkinannya terkena kanker prostat, dibanding orang Jepang yang diketahui memang rajin makan tahu.

Isoflavon yang termasuk antioksidan polifenol, sebenarnya bisa juga ditemukan pada sejumlah buah-buahan, kacang-kacangan dan teh. Antioksidan ini adalah zat yang dapat mencegah oksigen bergabung dengan zat lain yang dapat menimbulakan kerusakan pada sel-sel tubuh. Zat isoflavon yang merupakan jenis zat antioksidan yang terkandung dalam kedelai, terbukti mampu menetralisir radikal bebas akibat dari pengaruh lingkungan, radiasi, asap knalpot dan asap rokok.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bawa secara keseluruhan kedelai ini mempunyai berbagai nilai plus, yaitu :

  • Merupakan bahan alternatif asupan protein.
  • Merupakan pilihan utama bagi mereka yang rentan dan alergi terhadap susu sapi
  • Merupakan pilihan yang cocok untuk mereka yang sedang menjalani diet rendah kalori
  • Sangat tepat untuk dikonsumsi sebagai upaya mencegah kanker payudara bagi perempuan atau prostat bagi kaum lelaki.
  • Bisa dimanfaatkan oleh yang ingin menghambat penuaan dini dan timbulnya kerutan di wajah dengan cara mengkonsumsinya dalam bentuk tahu maupun susu.
Untuk sekedar informasi, beberapa resep tradisional bahkan telah memanfaatkan susu kedelai ini untuk masker wajah maupun untuk membuat kulit halus dan mulus.

Komposisi Kedelai per 100 g Kadar (%)
- Protein 35 – 45%
- Lemak 18 – 32%
- Air 7%
- Karbohidrat 12 – 30%

sumber : sadulur.com

Protein Kedelai Setara Daging Merah

Kebiasaan mengonsumsi golongan kacang-kacanganan seperti tempe dan tahu berpengaruh positif pada kesehatan. Menurut Dr drh Yvonne M Indrawani SU, kepala Laboratorium Gizi Kesmas FKM UI, dalam kedelai terdapat aneka zat penting. Salah satunya adalah fitoestrogen. Zat aktif itu membantu meningkatkan hormon estrogen. Konsumsinya sangat membantu perempuan yang memasuki masa menopause. "Fitoestrogen juga membantu meringankan gejala pramenopause seperti pusing, mual, dan rasa panas dalam tubuh,"jelasnya.

daging merah

Di antara kelompok kacang-kacangan, protein kedelai adalah yang terunggul. Kandungannya mencapai 35-40 persen dengan mutu protein setara dengan daging merah. Bahkan, mutu protein dalam susu kedelai hampir sama dengan susu sapi.

Mutu protein susu kedelai bisa diukur dari PER (protein efficiency ratio). Dari hasil pengukuran tersebut, PER susu kedelai-46 2,3. Artinya, setiap gram protein yang dimakan akan menghasilkan pertambahan berat badan sebesar 2,3 gram. Bahkan, kandungan vitamin B1 serta B2 setara, dengan ASI ataupun susu sapi. Namun, di antara seluruh manfaatnya tersebut, ada juga sifat kedelai yang kurang disukai. Terutama, bau langu. "Ini bisa diatasi. Bau langu itu bisa dihilangkan dengan cara direbus, direndam, dan difermentasi," tutumya.

sumber : ayovege.com

Isoflavon, Senyawa Multi-Manfaat Dalam Kedelai

Hasil-hasil penelitian di berbagai bidang kesehatan telah membuktikan bahwa konsumsi produk-produk kedelai berperan penting dalam menurunkan resiko terkena berbagai penyakit degeneratif. Ternyata, hal tersebut salah satunya disebabkan adanya zat isoflavon dalam kedelai. Isoflavon merupakan faktor kunci dalam kedelai sehingga memiliki potensi memerangi penyakit tertentu.

Isoflavon kedelai dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Protein kedelai telah terbukti mempunyai efek menurunkan kolesterol, yang dipercaya karena adanya isaoflavon di dalam protein tersebut. Studi epidemologi juga telah membuktikan bahwa masyarakat yang secara teratur mengkonsumsi makanan dari kedelai, memiliki kasus kanker payudara, kolon dan prostat yang lebih rendah. Isoflavon kedelai juga terbukti, melalui penelitian in vitro dapat menghambat enzim tirosin kinase, oleh karena itu dapat menghambat perkembangan sel-sel kanker dan angiogenesis. Hal ini berarti suatu tumor tidak dapat membuat pembuluh darah baru, sehingga tidak dapat tumbuh.

Peranan isoflavon dalam membantu menurunkan osteoporosis juga telah diteliti. Konsumsi protein kedelai dengan isoflavon telah terbukti dapat mencegah kerapuhan tulang pada tikus yang digunakan sebagai model untuk penelitian osteoporosis. Studi yang lain menunjukkan hasil yang sama pada saat menggunakan genistein saja. Ipriflavone, obat yang dimetabolisme menjadi daidzein telah terbukti dapat menghambat kehilangan kalsium melalui urine pada wanita post monopouse.

Produk kedelai yang mengandung isoflavon dapat membantu pengobatan simptom monopouse. Pada wanita yang memproduksi sedikit estrogen, isoflavon (phitoestrogen) dapat menghasilkan cukup aktivitas estrogen untuk mengatasi simptom akibat monopouse, misalnya hot flashes. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 48 gram tepung kedelai per hari mengalami gejala hot flashes 40 % lebih rendah. Dari segi epidemologi, wanita Jepang yang konsumsi isoflavonnya tinggi jarang dijumpai simptom post monopousal.

Makanan yang terbuat dari kedelai mempunyai jumlah isoflavon yang bervariasi, tergantung bagaimana mereka diproses. Makanan dari kedelai seperti tahu, susu kedelai, tepung kedelai dan kedelai utuh mempunyai kandungan isoflavon berkisar antara 130 – 380 mg/100 gram. Kecap dan minyak kedelai tidak mengandung isoflavon. Produk kedelai yang digunakan sebagai bahan tambahan pangan, seperti isalat dan konsentrat protein kedelai mempunyai kandungan isoflavon yang bervariasi, tergantung bagaimana proses pengolahannya. Misalnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alkohol dalam proses ekstraksi menghasilkan kadar isoflavon yang rendah.

Kedelai telah menjadi makanan sehari-hari penduduk Asia. Pada sebagian besar negara Asia, konsumsi isoflavon diperkirakan antara 25 – 45 mg/hari. Jepang merupakan negara yang mengkonsumsi isoflavon terbesar, diperkirakan konsumsi harian orang Jepang adalah 200 mg/hari. Di negara-negara Barat konsumsinya kurang dari 5 mg isoflavon per hari.


Isoflavon dan Kolesterol
Bukti-bukti hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi diet dengan protein kedelai akan menurunkan kolesterol darah dan mengurangi penyakit kronis pada populasi di Barat. Hal lain yang menonjol adalah penurunan kadar kolesterol oleh suplementasi protein kedelai tersebut sama dengan yang disebabkan oleh obat-obat penurun kolesterol yang diproduksi secara sintetik, serta jumlah protein kedelai yang diperlukan cukup rendah. Terapi diet (terapi melalui pengaturan makanan) menjadi lebih efektif jika menggunakan protein kedelai dibandingkan jika hanya menggunakan makanan rendah lemak saja dalam mencegah penyakit jantung koroner.

Karena mengandung isoflavon yang terdiri atas genistein, daidzein dan glicitein, protein kedelai dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskulas dengan cara mengikatkan profile lemak darah. Khususnya, protein kedelai menyebabkanpenurunan yang nyata dalam kolesterol total. Kolesterol LDH dan trisliserida dan meningkatkan kolesterol HDL. Karena estrogen telah terbukti menurunkan kolesterol LDL, peranan isoplavon dapat diduga mirip estrogen (estrogen like), menghasilkan efek yang sama.

Faktor-faktor lain yang bekerja secara bersamaan juga diasinya mempunyai efek menurunkan kolesterol. Dibandingkan dengan protein hewani, protein kedelai menurunkan penyerapan kolesterol dan asam empedu pada usus halus demi menginduksi peningkatan ekskresi fekal asam empedu dan steroid. Hal ini mengakibatkan hati lebih banyak merubah kolesterol dalam tubuh menjadi empedu, yang akibatnya dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan aktivitas reseptor kolesterol LDL, yang mengakibatkan peningkatan dalam laju penurunan kadar kolesterol.

Di samping hal-hal tesebut diatas terdapat beberapa sebab lain yang menerangkan peranan protein kedelai dalam menurunkan kolesterol. Misalnya, protein kedelai> kaya akan asam amino glisin dan orginin yang mempunyai kecenderungan dapat menurunkan asam insulin darah yang diikuti dengan penurunan sintesa kolesterol. Dilain pihak protein hewani, mempunyai kendungan lisin yang tinggi, yang cenderung untuk meningkatkan insulin darah, dan mendorong sintesis kolesterol. Rasio yang tinggi antara arginin terhadap lisin dalm protein kedelai akan membuat kadar kolesterol darah hanya sedikit terpengaruh oleh protein kedelai. Arginin akan menahan efek peningkatan kolesterol oleh lisin.

Jenis protein terbesar dalam kedelai adalah duajenis glabulin yang diberi nama 115 dan 75. Kedua jenis glabulin tersebut, terutama 75, telah terbukti dapat menstimulir tingginya afinitas reseptor kolesterol LDL dalam hati manusia, yang akan menyebabkan penurunan kolesterol darah.

Isoflavon dan Osteoporosis
Beberapa studi telah dilakukan untuk menghubungkan konsumsi kalsium dengan pengendalian osteoporosis. Penambahan kalsium dan estrogen yang dilakukan terhadap 72 orang wanita pasca menopause menunjukkan adanya pengurangan penurunan massa tulang. Sedangkan studi pemberian kalsium yang diberikan dalam bentuk ditambahkan kedalam bahan makanan menunjukkan bahwa kalsium mempunyai efek dalam melindungi mineral tulang pada wanita yang belum atau telah menopause. Konsumsi kalsium yang optimal bervariasi selama kehidupan manusia, dengan kebutuhan ekstra kalsium yang meningkat selama periode pertumbuhan dan kehamilan.

Diet dari tumbuh-tumbuhan, terutama yang sumber utamanya kedelai, dapat membantu mencegah osteoporosis. Suatu studi yang menggunakan tiga kelompok individu, menunjukkan bahwa kelompok yang mengkonsumsi protein hewani memperlihatkan kehilangan kalsium dalam urine 50% lebih banyak dibanding kelompok individu yang hanya mengkonsumsi protein kedelai dan protein dari susu, juga dapat diamati bahwa deasitas tulang leher lebih tinggi (0.680 g/cm2) pada wanita yang mengkonsumsi kedelai yang tinggi sepanjang hidupnya dibandingkan dengan 0.628 g/cm2 pada wanita yang mengkonsumsi sangat sedikit kedelai semasa hidupnya. Beberapa hal yang menyebabkan adanya hubungan yang menguntungkan antara protein kedelai dan kalsium adalah :

  • kedelai rendah kandungan asam amino bersulfur. Asam amino bersulfur dapat menghambat resorpsi kalsium oleh ginjal, yang menyebabkan lebih banyak kehilangan kalsium dalam urine.
  • Protein hewani diketahui mempunyai kandungan phosfor dan phosfat yang tinggi, dan tingginya kandungan phosfor dan phosfat tersebut menyebabkan kehilangan kalsium dari tubuh. Oleh karena itu, penggantian protein hewani dengan protein kedelai dapat mengurangi kehilangan tersebut.
Isoflavon, Menopouse dan Kanker Payudara
Wanita akan melalui masa puber, tahun-tahun reproduksi dan akhirnya menopause. Menopause merupakan proses penuaan yang alami akibat turunnya kandungan estrogen, dan terjadi pada tingkat ketika wanita berhenti evolusi dan menstruasi. Banyak wanita melalui masa transisi ini tanpa mengalami ketidaknyamanan, akan tetapi ada juga sejumlah wanita mengalami gejala-gejala yang tidak mengenakkan dan memerlukan dukungan. Menopause juga meningkatkan resiko penyakit jantung dan osteoporosis. Masa-masa pre-menopause dapat terjadi antara umur 45 ke 55 tahun, meskipun dapat terjadi juga diusia 40 tahun.

Menopause terjadi akibat turunnya level estrogen. Terdapat dua jenis hormon pada wanita yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Leteinizing Hormone (LH) yang diperlukan dan penting untuk perkembangan reproduksi yang normal, dan bersama-sama membantu produksiestrogen pada wanita. LH menstimulir produksi endrogen (suatu prekursor estrogen), sedangkan FSH menstimulasi perkembangan follikuler dan aktivitas enzim aromatase. Aromatase adalah enzim yang dapat merubah endrogen menjadi estrogen. Selama menopause berkurangnya suplai follikel menyebabkan hormon LH dan FSH yang tidak digunakan meningkat, yang membuat kadar estrogen menurun dan menghentikan proses mentruasi.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa wanita Asia tidak menderita terlalu berlebihan akibat simptom menopause dan lebih sedikit menderita penyakit degeneratif kronis yang disebabkan menopause. Kebiasaan makan orang Asia menyebabkan adanya perbedaan ini, khususnya konsumsi kedelai dan produk-produk kedelai.

Isoflavon yang terdapat dalam kedelai, terbukti dapat meniru peranan dari hormon wanita yaitu estrogen. Estrogen berikatan dengan reseptor estrogen sebagai bagian dari aktivitas hormonal, menyebabkan serangkaian reaksi yang menguntungkan tubuh. Pada saat kadar hormon estrogen menurun, akan terdapat banyak kelebihan reseptor estrogen yang tidak terikat, walaupun afinitasnya tidak sebesar estrogen, isoflavon yang merupakan phitoestrogen dapat juga berikatan dengan reseptor tersebut. Jika tubuh mengkonsumsi isoflavon, misalnya dengan mengkonsumsi produk-produk kedelai, maka akan tejadi pengaruh pengikatan isoflavon dengan reseptor estrogen yang menghasilkan efek menguntungkan, sehingga mengurangi simptom menopause.

Kemampuan lain dari isoflavon adalah dapat menutupi atau memblokir efek potensial yang merugikan akibat produksi estrogen yang berlebihan dalam tubuh. Isoflavon dapat berfungsi sebagai estrogen selektif dalam pengobatan, menghasilkan efek menguntungkan (sebagai anti kanker dan menghambat atherosklerosis) tetapi tidak menimbulkan resiko (meningkatkan resiko kanker payudara dan endometrial) yang biasa dihubungkan dengan terapi pengganti hormon yang biasa dilakukan. Berdasarkan hal-hal diatas, isoflavon diduga mempunyai fungsi ganda terhadap menopause :
  • Anti estrogenic effect pada saat hormon estrogen berlebihan, yang dapat menurunkan resiko kanker payudara pada pre-menopausal woman.
  • Efek estrogenik pada saat estrogen alami berkurang jumlahnya, yang menguntungkan dalam mencegah penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan sistem vesomotor pada wanita pre- dan post-menopausal.
Isoflavon Zat Antikanker
Kanker dicirikan dengan pertumbuhan sel secara abnormal yang menyebar dan menghancurkan organ-organ lain dan jaringan tubuh. Kanker dikelompokkan sesuai dengan jaringan yang terken, misalnya kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker lambung dan kanker kolon. Penyebab sebenarnya dari kanker belum diketahui dengan pasti. Tabel 3 menunjukkan beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kanker. Faktor-faktor tersebut disebut faktor resiko. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah diet (makanan sehari-hari), merokok, konsumsi alkohol, tingkah laku reproduksi, infeksi dan faktor-faktor geografis termasuk sinar matahari dan lamanya terekspose bahan-bahan karsinogenik (produk-produk pembakaran fosil, limbah radioaktif, debu, asap, residu pestisida dan bahan tambahan pangan), pengaruh bahan-bahan mutagen dan karsinogen tersebut dapat menyebabkan kerusakan DNA dilanjutkan dengan proses mutagenesis dan karsinogenesis.

Terdapat beberapa komponen dalam kedelai yang dipercaya mempunyai sifat anti kanker. Senyawa tersebut antara lain : inhibitor protease, phitat, saponin, phitosterol, asam lemak omega-3 dan isoflavon.

Diantara anti kanker tersebut, perhatian terbesar ditunjukan terhadap isoflavon. Isoflavon saat ini banyak diteliti karena potensinya dalam mencegah dan mengatasi terhadap banyak gangguan kesehatan lainnya. Mekanisme yang banyak diketahui sebagai anti kanker dari isoflavon adalah aktivitas anti estrogen, menghambat aktivitas enzim penyebab kanker, aktivitas anti oksidan dan meningkatkan fungsi kekebalan sel.

Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa hewan yang diberi makanan dari kedelai mengalami lebih sedikit dari kanker payudara dibandingkan dengan yang telah diberi makanan yang mengandung isoflavon. Studi-studi epidemilogi dan laboratorium telah menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat mengurangi resiko perkembangan beberapa jenis kanker, antara lain kanker payudara, prostat dan kanker kolon.

Isoflavon dan Kanker Prostat
Kelenjar prostat memproduksi cairan seminal dan sekresi yang lain yang membuat saluran uretra terjaga kelembabannya. Pada waktu lahir, kelenjar tersebut kecil dan tumbuh bersamaan dengan semakin tingginya produksi endrogen meningkat pada masa puber. Pada saat dewasa, kelenjar prostat masih stabil sampai umur 50 tahun dimana mulai terjadi pembesaran. Pada beberapa laki-laki pembesaran tersebut (disebut prostatic hiperplasia) dapat menyebabkan kerusakan saluran urine. Hal ini akan menekan uretra, memperkecil aliran urine dan menyebabkan kesulitan buang air kecil (urination). Telah diperoleh fakta bahwa penyakit kelenjar prostat ini merupakan masalah yang menyebar dengan luas di Barat, juga kanker prostat merupakan penyakit yang sudah umum.

Pengobatan yang dilakukan adalah pengurangan hormon laki-laki yaitu endrogen dan menghambat efek hormon potensial dari hormon wanita yaitu estrogen, yang juga terdapat pada laki-laki. Diduga bahwa kedelai yang kaya akan isoflavon mampu untuk menggunakan sifatnya sebagai estrogenlemah untuk memblokir reseptor estrogen dalam prostat terhadap estrogen. Jika estrogen yang kuat ini sampai menstimulasi reseptor dalam prostat, dapat menyebabkan pembesaran prostat.

Studi demografik menunjukkan adanya insiden yang lebih sedikit timbulnya penyakit porostat ini pada alaki-laki Jepang atau Asia yang banyak mengkonsumsi makanan dari kedelai, isoflavon kedelai yaitu genistein dan daidzein, juga tampaknya secara langsung mempengaruhi metabolisme testosteron.

Oleh : Sutrisno Koswara
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Kampus IPB Darmaga PO BOX 220
Bogor Telp/Fax. 0251-626725
Owner : www.ebookpangan.com

sumber : cantik-sehat.com

Manfaatkan Kedelai untuk Kecantikan

SATU lagi penemuan di bidang kecantikan, terutama perawatan kulit, ditemukan oleh putra bangsa. Adalah Dr dokter Prasetyowati Subchan SpKK (K) yang telah berhasil mengadakan penelitian mengenai manfaat kedelai. Dalam disertasinya untuk meraih gelar S-3 di gedung Pascasarjana Undip, Sabtu (11/2) lalu, Bu Pras, sapaan akrabnya, dinyatakan lulus.

Disertasi berjudul "Pengaruh Isoflavon Kedelai terhadap Penuaan Kulit pada Wanita Pramenopause" itu dinyatakan penguji sangat memuaskan. Staf pengajar di Fakultas Kedokteran Undip tersebut telah mengadakan penelitian selama tiga bulan terhadap 60 wanita pramenopause.

Tiga puluh orang di antaranya mendapat isoflavon kedelai masing-masing 160 mg/hari, sedangkan 30 wanita lainnya mendapat plasebo sebagai kelompok kontrol. Hasilnya, setelah perlakuan itu, telomer lekosit pada kelompok perlakuan ternyata lebih panjang dibandingkan dengan kelompok kontrol. "Kelembaban kulitnya pun lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol," papar ibu empat anak tersebut.

Menurut istri dari Drs H Tjuk Subchan Sulchan itu, dari analisis manova, hasil penelitiaannya membuktikan pemberian isoflavon kedelai pada wanita pramenopause dapat memperlambat penuaan kulit. Karena itu, nenek lima cucu itu menyarankan kepada wanita pramenopause untuk mengonsumsi kedelai ataupun produknya, seperti tempe dan tahu. Tiap 60 gram kedelai yang bagus berisi kurang lebih 100 mg isoflavon atau senyawa kimia yang ada di dalamnya.

"Dalam waktu dekat saya akan membuat kapsulnya agar lebih mudah dikonsumsi. Penelitian ini adalah yang pertama di Indonesia. Karena itu, saya juga sudah mematenkan penemuan ini," terangnya.

sumber : suaramerdeka.com

Isoflavon, Makanan Ajaib

Pdpersi, Jakarta - Jika Anda rajin mengikuti informasi kesehatan tentu sudah sering mendengar istilah Isoflavon. Benda apa sebetulnya Isoflavon ? Nutrisi barukah ?

Dengan semakin majunya teknologi, khususnya di dunia nutrisi, kita mengenal zat gizi yang sebelumnya tidak kita ketahui. Isoflavon adalah salah satunya. Masih ada ratusan lagi zat-zat gizi lainnya yang ditemukan dibuah-buahan, sayuran, polong-polongan, kacang dan biji-bijian. Isoflavon bisa Anda dapatkan pada kelompok tumbuhan polong-polongan. Kedelai sebagai salah satu anggota keluarga kelompok polong-polongan mempunyai kadar Isoflavon yang tinggi.

Manfaat Isoflavon
Isoflavon menjadi terkenal karena berdasarkan penelitian diketahui bahwa zat gizi ini berperan dalam mencegah terjadinya kanker dan gangguan jantung. Selain itu, Isoflavon juga dikaitkan dengan masalah osteoporosis dan menopause. American Heart Association mengeluarkan rekomendasi agar setiap orang mengkonsumsi kedelai dan olahannya. Setelah tiga bulan mengkonsumsi kedelai, diketahui bahwa terjadinya peningkatan high density lipoprotein (HDL) rata-rata 4,7 persen. HDL akan membuat materi penyumbat arteri keluar dari pembuluh darah karena itu ia disebut sebagai kolesterol jahat.

Penelitian juga membuktikan bahwa penambahan kedelai ke dalam diet para penderita masalah kolesterol akan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh mereka. Kedelai ini digunakan sebagai pengganti daging, susu dan keju. Isoflavon juga merupakan suatu antioksidan yang bisa membantu mencegah terjadinya penuaan dini.

Selain menurunkan kadar kolesterol dan bersifat antioksidan, mengkonsumsi isoflavon lebih dari 50 mg/hari dapat menghambat terjadinya atherogenesis atau proses penyumbatan pembuluh darah pada jantung. Manfaat lain, Isoflavon menurunkan kadar diastolik tekanan darah, memperbaiki elastisitas pembuluh darah dan mencegah penyempitan pembuluh darah koroner.

Isoflavon juga merupakan estrogen alami dari tumbuh-tumbuhan (fito-estrogen). Sebab isoflavon mempunyai struktur kimia menyerupai estradiol, hormon utama wanita. Karena kemiripan ini maka Isoflavon bisa melekat pada reseptor estrogen tubuh. Dengan demikian, Isoflavon bisa digunakan oleh para wanita yang mengalami gangguan menopause. Selain itu Isoflavon dapat membantu mangatasi osteoporosis. Konsumsi susu kedelai juga diketahui dapat mempertahankan tulang tengkorak maupun tulang belakang.
Isoflavon dapat membantu mengatasi osteoporosis karena dua hal.

Pertama, Isoflavon menstimulasi aktivitas osteoblastik (pembentukan sel tulang) melalui aktivitas reseptor estrogen. Kedua, Isoflavon juga meningkatkan produksi hormon pertumbuhan IGF-1 (Insulin-Like Growth Factor 1). Isoflavon juga dikatakan mempunyai kemampuan untuk mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. J. Mark Cline dari Wake Forest University pada tahun 1999 menunjukkan bahwa penambahan Isoflavon dalam diet dapat menurunkan pertumbuhan tidak normal sel payudara dan endometria sehingga resiko terjadinya kanker kedua jaringan tersebut akan menurun.


Sumber Isoflavon
Isoflavon dapat Anda temukan dari semua makanan dengan bahan dasar kedelai. Isoflavon utama yang dikandung oleh kacang kedelai adalah daidzein dan genistein. Produk kedelai umumnya mengandung lebih banyak genistein dibandingkan daidzein, tapi jumlahnya bervariasi tergantung produknya.

Dalam keadaan kering, kacang kedelai mentah mengandung 2-4 mg Isoflavon/gram. Konsentrasi Isoflavon dalam produk kedelai sangat beraneka ragam tapi semua makanan kedelai tradisional kedelai seperti susu kedelai, tempe dan tahu, merupakan sumber Isoflavon yang baik, dengan kandungan Isoflavon antara 30-40 mg per gelas atau potong. Setengah mangkuk tepung kedelai mengandung kurang lebih 50 mg isoflavon. produk kedelai yang tidak mengandung isoflavon adlaah kecap dan minyak kedelai.

sumber : pdpersi.co.id

IggyTemplate07 - Free Blogger Template powered by Blogger. Design by Leo.
Privacy Policy